![]() |
| Tak hanya sekedar menuntut ilmu, SMAN 14 Pekanbaru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Ini adalah salah satu contoh penerapan Pendidikan Keluarga. |
PEKANBARU (Tirai)-SEKOLAH tak hanya tempat menuntut ilmu semata. Lebih dari itu, sekolah juga merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda bangsa. Banyak cara dan program yang diterapkan sekolah kepada para siswa dalam rangka menanamkan beragam karakter dan budaya bangsa.
Seperti halnya yang dilakukan SMAN 14 Pekanbaru. Setelah menerapkan program Sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata), Sekolah Ramah Anak, Sekolah Berkarakter, Sekolah Disiplin dan Berbudi Pekerti, kini sekolah yang berada di Jalan Tengku Bey, Bukit Raya itu kembali menerapkan program baru, yakni Pendidikan Keluarga.
''Pendidikan keluarga ini kami integrasikan dalam salah kegiatan sekolah, yakni PIK-R,'' ucap Kepala SMAN 14 Pekanbaru, Selamet SPd kepada Tiraipos, kemarin.
Diakui Selamet, tidak semua kebutuhan pendidikan anak dapat dipenuhi oleh satuan pendidikan. Faktanya, saat ini masih banyak keluarga menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah.
‘’Padahal keluarga sebagai pendidik yang pertama dan utama. Peran sekolah hanya membantu pelaksanaan pendidikan lebih sistematis, efektif dan hasilnya tersertifikasi yang memperoleh pengakuan dari pihak berkepentingan,'' ucapnya.
Tak hanya itu, Selamet menyebutkn, pendidikan keluarga sangat penting diberikan kepada siswa. Karena, siswa didik senantiasa berada dan bergaul serta berinterksi dalam keluarganya masing- masing. ''Nah disinilah pentingnya pendidikan keluarga. Karena dalam pendidikan keluarga diajarkan bagaimana cara berinteraksi, berkomunikasi dan bersikap. Dengan demikian siswa tahu persis posisinya sebagai anggota keluarga,'' terang Selamet.Ia menjabarkan, dalam pendidikan keluarga juga diajarkan tata krama, etika dan sopan santun. Dalam keluarga akan dibentuk karakter seorang anak. Maka pendidikan keluarga memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembinaan anggota keluarga.
''Pada dasarnya, para siswa ini nantinya akan masu masa berkeluarga. Dengan adanya pengajaran pendidikan keluarga ini di masa sekolah, kedepan mereka akan mengetahui dan memahami eksistensi dan fungsinya dalam keluarga. Ilmu ini bisa menjadi bekal mereka saat berkeluarga nanti,'' tutur Selamet.(yan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar