Minggu, 12 Februari 2017

Besok, SMAN 14 Gelar TO MKKS

SELAMET SPD
PEKANBARU (Tirai)-Guna mengevaluasi kemampuan dan kesiapan para siswa kelas XII jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2017, SMAN 14 Pekanbaru melaksanakan uji materi UN atau Try Out (TO), Senin (13/2) besok.

Kepala SMAN 14 Pekanbaru, Selamet SPd menjelaskan, TO kali ini merupakan TO yang dilaksanakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Pekanbaru.

''TO ini direncanakan akan berlangsung 3 hari, yakni Senin, Selasa dan Kamis,'' ujar Selamet kepada Tiraipos.com, Ahad (12/2).

Sementara itu, Wakil Kurikulum SMAN 14, H Zahar MPd menyebutkan, pelaksanaan UN tahun ini diikuti 222 siswa. Pada pelaksanaan TO nanti, 222 siswa kelas XII akan dibagi dalam 7 ruang.

''TO ini merupakan yanh keempat kalinya kami laksanakan. Sebelumnya, kami sudah 3 kali melaksanaan TO mandiri sekolah. Untuk pelaksanaan TO kali ini, soal-soal ujian dibuat langsung oleh guru MGMP SMA se-Kota Pekanbaru,'' jelas Zahar.

Disinggung seperti apa kesiapan siswa berdasarkan TO yang sudah dilaksanakan, Zahar mengaku ada grafik perkembangan yang bagus dari satu TO ke TO selanjutnya.
 ''Alhamdulillah, ada peningkatan. Ini artinya, siswa kami siap melaksanakan UN 2017. Sebab, dari hasil TO, ada peningkatan nilai dan kemampuan siswa,'' katanya.

Zahar menjabarkan, TO ini sangat penting. Pasalnya, melalui TO, siswa akan mengetahui kemampuannya masing- masing. Sehingga, mereka dapat mempersiapkan dirinya dalam menghadapi UN nantinya.(yan)

Kamis, 02 Februari 2017

"PNS Harapan Anak Istri Kami"

Honerer K2 Pekanbaru berharap pemerintah tetap mendukung pengesahan revisi UU ASN. Sehingga, langkah mereka menjadi PNS semakin mudah.

PEKANBARU (Tirai)-Semangat honorer kategori dua (K2) untuk menjadi PNS semakin menggelora. Meski pengesahan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) masih jauh, tapi mereka optimistis status itu bisa mereka raih.

''Perjuangan kami belum berakhir, sebelum pin ASN menempel di dada kami. Memang motto kami, PNS harga mati tanpa tawar-tawar,'' ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Pekanbaru, Said Syamsul Bahri, kemarin.

Menurutnya, sangat wajar bila pemerintah mengubah status honorer K2 menjadi PNS. Mereka sudah mengabdi dan menyumbang tenaga untuk negara ini. Mencerdaskan anak bangsa dari buta huruf.

''Pasca pengesahan RUU ASN sebagai usulan DPR, kami merasa sedikit lega. Karena tinggal menunggu pengesahan menjadi UU. Seandainya ada sekelompok orang mau menghalangi perjuangan kami ini, kami siap membela. PNS harga mati bagi kami. PNS harapan anak istri kami, serta orang-orang terdekat kami,'' tegasnya.

Said mengatakan, sekitar 400 honorer K2 Pekanbaru kini menunggu perintah FHK2I pusat. Bila ada aksi, mereka siap berkoordinasi dengan korda FHK2I se-Provinsi Riau untuk merapatkan barisan.

''Kami tinggal menunggu instruksi saja. Bagi sekelompok honorer yang mau menghalangi ini semua, mohon jangan jadi benalu bagi kami. Mestinya membantu, bukan menjadi lawan kami. Apalagi pemerintah daerah sudah siap menunggu teknis pengangkatan dari MenPAN-RB dan BKN,'' beber Said.(yan)

Rabu, 01 Februari 2017

SMAN 4 Borong Dua Juara Sekaligus

 
Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Hj Nurhafni MPd foto bersama siswa usai meraih dua juara dalam perlombaanyang ditaja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau, Senin (30/1)

PEKANBARU (Tirai)-SMAN 4 Pekanbaru berhasil membawa pulang piala  ke sekolah setelah memboyong 2 juara pertama pada acara Hari Bakti Perbendaharaan ke-13 Tahun 2017, Senin (30/1). Kegiatan yang ditaja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau ini diikuti puluhan sekolah.

 Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Hj Nurhafni MPd mengatakan, dua juara yang diraih siswa SMAN 4, yakni lomba Quis Treasury Smart dan lomba yel yel paling menarik.

 ''Kami 4 orang siswa mengikuti lomba Quis Treasury Smart dan 25 siswa lomba yel yel dengan guru pembimbing Sirmayeni. Dari hasil dewan juri, ternyata siswa kita mampu meraih juara pertama lomba quiz dan yel yel menarik,'' ujar Nurhafni kepada Tiraipos, Rabu (1/2).

Nurhafni sangat bersyukur atas prestasi yang ditoreh siswa dalam berbagai lomba. Keberhasilan ini berkat kerja semuai pihak, guru, pembina, waka dan siswa mau terus belajar dan berlatih.

 ''Prestasi kita ini berkat kerja keras dan kerjasama dengan guru pembina sehingga peserta didik berhasil. Semoga prestasi ini terus diukir dan dipertahankan,'' beber kepala sekolah berprestasi tingkat nasional ini.(yan)

Selasa, 31 Januari 2017

SMAN 14 Terapkan Pendidikan Keluarga

 
Tak hanya sekedar menuntut ilmu, SMAN 14 Pekanbaru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Ini adalah salah satu contoh penerapan Pendidikan Keluarga.

PEKANBARU (Tirai)-SEKOLAH tak hanya tempat menuntut ilmu semata. Lebih dari itu, sekolah juga merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda bangsa. Banyak cara dan program yang diterapkan sekolah kepada para siswa dalam rangka menanamkan beragam karakter dan budaya bangsa.

Seperti halnya yang dilakukan SMAN 14 Pekanbaru. Setelah menerapkan program Sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata), Sekolah Ramah Anak, Sekolah Berkarakter, Sekolah Disiplin dan Berbudi Pekerti, kini sekolah yang berada di Jalan Tengku Bey, Bukit Raya itu kembali menerapkan program baru, yakni Pendidikan Keluarga.

''Pendidikan keluarga ini kami integrasikan dalam salah kegiatan sekolah, yakni PIK-R,'' ucap Kepala SMAN 14 Pekanbaru, Selamet SPd kepada Tiraipos, kemarin.

Diakui Selamet, tidak semua kebutuhan pendidikan anak dapat dipenuhi oleh satuan pendidikan. Faktanya, saat ini masih banyak keluarga menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah.

‘’Padahal keluarga sebagai pendidik yang pertama dan utama. Peran sekolah hanya membantu pelaksanaan pendidikan lebih sistematis, efektif dan hasilnya tersertifikasi yang memperoleh pengakuan dari pihak berkepentingan,'' ucapnya.

Tak hanya itu, Selamet menyebutkn, pendidikan keluarga sangat penting diberikan kepada siswa. Karena, siswa didik senantiasa berada dan bergaul serta berinterksi dalam keluarganya masing- masing. ''Nah disinilah pentingnya pendidikan keluarga. Karena dalam pendidikan keluarga diajarkan bagaimana cara berinteraksi, berkomunikasi dan bersikap. Dengan demikian siswa tahu persis posisinya sebagai anggota keluarga,'' terang Selamet.

Ia menjabarkan, dalam pendidikan keluarga juga diajarkan tata krama, etika dan sopan santun. Dalam keluarga akan dibentuk karakter seorang anak. Maka pendidikan keluarga memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembinaan anggota keluarga.

''Pada dasarnya, para siswa ini nantinya akan masu masa berkeluarga. Dengan adanya pengajaran pendidikan keluarga ini di masa sekolah, kedepan mereka akan mengetahui dan memahami eksistensi dan fungsinya dalam keluarga. Ilmu ini bisa menjadi bekal mereka saat berkeluarga nanti,'' tutur Selamet.(yan)